Kamis, 14 April 2016

Info Sehat Alami : Tidur Kurang dari Enam Jam Picu Stroke

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya, begadang boleh saja, kalau ada perlunya. Sepenggal lirik dari legenda musik dangdut, Rhoma Irama itu bisa menjadi rambu-rambu bagi Anda yang jarang tidur malam. Sebab, dalam penelitian terbaru diketahui, seseorang yang tidur malam kurang dari enam jam bisa meningkatkan risiko terkena penyakit stroke yang signifikan.

Idealnya, seseorang memang harus tidur sekitar 6-8 jam per harinya. Tapi, bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, padatnya rutinitas tak jarang mengganggu pola tidur. Para peneliti menemukan, mereka yang berada di usia pertengahan dan sering melewatkan waktu tidur, memiliki kecenderungan menderita gejala stroke dibandingkan mereka yang tidur sedikitnya sembilan jam. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki berat badan normal dan tidak memiliki keluarga dengan riwayat stroke.

Lebih dari lima ribu partisipan terlibat dalam penelitian ini. Mereka berusia 45 tahun hingga usia pensiun dan dimonitor selama tiga tahun sebagai bagian dari penelitian Amerika Serikat.

Partisipan yang tidur kurang dari enam jam cenderung menderita gejala, seperti kebas, tidak mampu atau lemah menggerakkan satu bagian tubuh, pusing, hilang penglihatan atau tiba-tiba tidak mampu berbicara atau menulis. Jika hal ini mulai terjadi maka mulai biasakanlah pola hidup sehat alami secara teratur agar tubuh dapat ternutrisi dengan baik.

Ilmuwan dari University of Alabama, Amerika Serikat mengatakan, dampak kurang tidur sangat besar dibandingkan dengan faktor lain, seperti usia, berat badan dan tekanan darah tinggi. Partisipan dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan berapa jam mereka tidur malam. Mereka diminta melaporkan gejala yang mereka alami setiap enam bulan.

Salah satu peneliti, profesor epidemiologi Virginia Howard mengatakan, banyak orang bisa memiliki gejala-gejala tersebut, tidak mengenalinya sebagai gejala stroke dan tidak mengatakannya pada dokter mereka. "Kebiasaan tidur bisa memperburuk munculnya gejala di atas yang secara luas dikenal sebagai stroke," ujarnya.

Sleep apnea atau kelainan pernafasan yang mengakibatkan kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan stroke. Sebuah studi yang melibatkan ratusan ribu partisipan dari Warwick University tahun lalu juga menunjukkan kurang tidur berhubungan dengan stroke dan penyakit jantung.

Namun, studi terbaru ini fokus pada gejala awal stroke yang seringkali terabaikan. Tim Profesor Howard berencana melanjutkan pengawasan terhadap partisipan dalam beberapa tahun mendatang.

"Akan sangat menarik mengetahui tingkat stroke dan apakah deteksi dini dapat membantu," katanya.

Clare Walton dari Asosiasi Stroke mengatakan tidur kurang dari enam jam atau lebih dari sembilan jam setiap malam bisa meningkatkan risiko stroke tapi butuh lebih banyak riset.Sebelum hal ini terjadi sesorang harus mulai membiasakan teratur pola hidup sehat alami agar tubuh menjadi kebal terhadap serangan penyakit. (Sumber: info sehat Republika)

Dapatkan herbal Sehat Alami untuk terapi Diabetes secara alami, dengan menghubungi :
Telp/Sms : 0821 2355 9777
Whatsapp : 0856 935 936 95
Pin BB : 5D7BD3BB

0 komentar:

Poskan Komentar

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search