Tidak berlebihan rasanya jika serangan
stroke dikatakan sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam. Sering muncul
tanpa diawali gejala tertentu, tetapi dampaknya sangat serius. Berikut ini
beberapa kisah tentang penderita stroke.
Berikut ini beberapa kisah penderita
stroke, seperti dituturkan oleh keluarganya kepada detikHealth, Rabu
(4/7/2012).
Mujiono, 12 tahun hidup dengan 10 Kali
Serangan Stroke Akhirnya Wafat
Mujiono, seorang pensiunan guru SD di
Gunungkidul baru berusia 60 tahun saat pertama kali mengalami serangan stroke,
Mei 1997. Serangan pertamanya itu tidak membuatnya sakit atau lumpuh, namun
darah segar keluar dari hidungnya dari pukul
9 malam dan baru dilarikan ke Rumah Sakit pukul 9 pagi.
Dokter mendiagnosis laki-laki beranak 3 dan
bercucu 3 ini mengalami stroke yang dipicu oleh riwayat tekanan darah tinggi
atau hipertensi. Pada serangan pertamanya, tekanan darah Mujiono mencapai
220/110 mmHg padahal angka normalnya hanya 120/80 mmHg.
Dari 10 kali serangan stroke yang
dialaminya selama 12 tahun, serangan terparah baru dirasakannya dalam 3
serangan terakhir. Bicaranya mendadak pelo, seluruh tubuh tiba-tiba tidak bisa
digerakkan dan semuanya muncul pada waktu-waktu yang tidak pernah bisa
diprediksi.
Mujiono akhirnya meninggal pada Januari
2009, pada serangan stroke terparahnya yakni yang ke-10 kali. Namun dalam 12
tahun bergelut dengan stroke, Mujiono beruntung tidak mengalami kerusakan organ
yang bersifat permanen sehingga tidak harus mengalami kelumpuhan.
"Meski bapak berkali-kali kena
serangan stroke parah, tidak ada organ yang rusak sama sekali. Kuncinya adalah
patuh minum obat, serta rutin kontrol sesuai anjuran dokter," kata
Kusrini, anak sulung Mujiono.
Louis, Lumpuh sebelah karena serangan
stroke 1 kali
Louis, laki-laki 63 tahun mengalami
serangan stroke pertama pada tahun 2000 dan belum pernah mengalami serangan
berikutnya hingga saat ini. Namun efek dari serangan satu-satunya tersebut
cukup dahsyat, karena saat ini tubuh bagian kirinya susah digerakkan seperti
semula.
"Masih bisa jalan sih, tidak harus
pakai kursi roda. Tetapi ya itu, harus dipaksa," kata Ochi, anak perempuan
Louis.
Kondisi Louis sendiri saat ini cukup sehat,
dalam arti tidak punya banyak keluhan selain susah menggerakkan tubuh bagian
kirinya. Untuk bicara juga tidak ada masalah, demikian juga otot wajah tidak
mengalami kerusakan sehingga tidak sampai perot seperti yang banyak dialami
pasien stroke.
Dikisahkan oleh Ochi, ayahnya tersebut juga
memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi yang diyakini menjadi
salah satu penyebab utama serangan stroke. Riwayat itu sendiri terkait dengan
kebiasaan Louis mengonsumsi ikan asin, yang banyak mengandung garam.
Oleh karenanya, dokter menganjurkan agar
laki-laki yang juga punya riwayat asma ini menghindari makanan-makanan yang
sekiranya bisa meningkatkan tekanan darah. Beberapa makanan yang masih dalam
daftar pantangan adalah ikan asing kesukaannya, makanan bersantan dan juga sate
kambing.
Herman, 4 kali diserang stroke saat lagi
banyak pikiran
Herman Yosep, laki-laki 69 tahun asal
Wonogiri sudah 4 kali mengalami serangan stroke. Serangan pertamanya terjadi
tahun 2000, sedangkan yang terakhir baru sekitar 3 bulan yang lalu dan sekarang
sudah bisa berjalan meski masih dalam tahap pemulihan.
Pada serangan pertama, kondisi fisik Herman
langsung menurun dengan sangat drastis dalam kurun waktu 24 jam saja. Dari yang
tadinya masih dalam kondisi bugar, tiba-tiba langsung tidak bisa berjalan,
tidak bisa bicara dan ingatan banyak berkurang.
Butuh waktu sekitar 4 bulan untuk
memulihkan kondisi fisiknya hingga bisa beraktivitas seperti biasa. Itupun
tidak bisa pulih 100 persen, kira-kira hanya mencapai sekitar 70-80 persen
dibandingkan kondisi awal sebelum mengalami serangan stroke.
Hingga serangan ke-3, dampak stroke yang
dialami Herman umumnya masih bisa pulih. Memang tidak benar-benar sembuh
seperti sedia kala, namun setidaknya ia bisa melakukan aktivitas sehari-hari
bahkan bisa mengendarai sepeda motor untuk antar jemput cucunya di sekolah.
Sama seperti kebanyakan penderita stroke
yang lain, Herman juga punya riwayat penyakit tekanan darah tinggi atau
hipertensi. Selain karena pernah menjadi perokok berat dan kurang menjaga pola
makan yang sehat alami, diyakini
penyakit darah tinggi Hermansering kambuh karena banyak pikiran.
"Serangan pertama itu pas aku lulus
SMA, mau masuk kuliah. Bapakku pensiun. Bisa juga faktor psikis, jadi kita
selalu jaga kondisi fisik bapakku. Kalau ada masalah berat kita nggak pernah
bicarakan dengan bapakku," kata Atmo, salah seorang anak laki-laki Herman
Yosep.
Namun jika Herman membiasakan pola hidup secara
sehat alami
kemungkinan besar tubuhnya lebih kebal terhadap berbagai penyakit.Sumber: AN Uyung Pramudiarja – detikHealth
Telp/Sms
: 0821 2355 9777
Whatsapp : 0856 935 936 95
Pin BB : 5D7BD3BB
Website : Noni Pure | Noni Origin | Noni Concentrate | Testimoni Stroke | YangPerlu Kamu Tahu Tentang Stroke