Debar jantung yang tidak beraturan dan
seringkali berdegup kencang tanpa alasan tertentu, bisa jadi pertanda gejala
fibrilasi atrium, kata spesialis penyakit dalam dan jantung dari Rumah Sakit
Harapan Kita, Dr. Santoso Karo Karo, MPH, SpJP(K), FIHA.
"Fibrilasi atrium adalah gangguan pada
irama jantung, dan ini merupakan faktor risiko utama stroke istemik dan
kematian," ujar Santoso pada jumpa pers peluncuran obat untuk penderita
penyakit stroke di Jakarta, Kamis (5/7).
Santoso menjelaskan, pada pasien fibrilasi
atrium, denyut jantung yang tidak teratur dapat menimbulkan terbentuknya
gumpalan-gumpalan darah di dalam atrium jantung.
"Gumpalan ini dapat bergerak ke otak, menghalangi
aliran darah, dan menimbulkan stroke atau bahkan kematian," kata dia.
Selain itu, stroke, fibrilasi atrium pada umumnya menimbulkan dampak dan
kecacatan lain.
"Kelumpuhan bahkan gangguan yang
disebabkan biasanya lebih parah, daripada stroke pada pasien non-penderita
fibrilasi atrium," ujar Santoso.
Santoso memaparkan, fibrilasi atrium sangat
rentan terjadi pada pasien penderita lemah jantung, hipertensi dan diabetes
melitus, dan orang lanjut usia.
"Bagi mereka yang memiliki hipertensi
dan diabetes melitus, sebaiknya menerapkan pola hidup Sehat Alami dengan menjaga pola makan, minum obat teratur, supaya
terhindar dari fibrilasi atrium," kata dia.
Sementara bagi orang lanjut usia, pola dan
gaya hidup Sehat Alami sewaktu muda
akan sangat mempengaruhi muncul atau tidaknya fibrilasi atrium.Sumber: Info
Sehat, Republika
Telp/Sms
: 0821 2355 9777
Whatsapp
: 0856 935 936 95
Pin BB :
5D7BD3BB
Website
: Noni Pure | Noni Origin | Noni Concentrate | Testimoni Jantung | YangPerlu Kamu Tahu Tentang Jantung