Penyakit-penyakit
yang menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia mulai mengalami perubahan.
Jika dulu serangan jantung paling banyak memicu kematian, sekarang sudah
digantikan oleh penyakit-penyakit terkait otak terutama stroke.
"Dulu jantung
paling banyak memicu kematian, tapi di Indonesia sekarang ganti stroke.
Sekarang bergeser ke penyakit serebrovaskular, artinya berhubungan dengan
otak," kata Plt Menteri Kesehatan, Prof Ali Gufron Mukti dalam kunjungan
ke lokasi pembangunan RS Pusat Otak Nasional di Cawang, Jakarta
Timur,seperti ditulis Minggu (10/6/2012).
Di Indonesia,
berbagai penyakit yang berhubungan dengan otak cenderung meningkat karena
populasi lansia (lanjut usia) terus meningkat. Saat ini perbandingan populasi
lansia mencapai 11-12 persen dan diperkirakan akan terus tumbuh sampai 25
persen.
Selain stroke,
berbagai penyakit yang berhubungan dengan otak dan banyak diderita oleh lansia
adalah gangguan gerak, serta demensia atau pikun. Pada lansia, berbagai
penyakit itu muncul karena fungsi otak mulai mengalami penurunan sebagai dampak
dari proses penuaan.
Sementara itu,
penyakit-penyakit otak yang juga banyak diderita kaum muda antara lain adalah
gegar otak akibat trauma kecelakaan lalu lintas. Dampak yang bisa
diakibatkannya bisa sangat beragam, mulai dari amnesia atau hilang ingatan
hingga lumpuh.Tapi sebelumnya hal ini bisa disembuhkan dengan melakukan terapi Sehat Alami sejak dini.
Karena itu, Prof
Gufron menilai keberadaan RS Pusat Otak Nasional sangat penting untuk
memberikan pelayanan yang komprehensif dalam menangani berbagai macam gangguan
pada otak. Apalagi kasus kematian akibat stroke cukup sering terjadi, kurang
lebih mencakup 8 dari 1.000 kematian di Indonesia.Maka dari itu penting untuk
teratur melakukan pola hidup Sehat Alami
agar tubuh menjadi kebal terhadap penyakit dan meminimalisir terjadinya
hal-hal yang tidak diinginkan
Selain bisa
menjadi pusat pendidikan dan penelitian, RS Pusat Otak Nasional diharapkan
menjadi pusat rujukan nasional. Terlebih dari 450 tempat tidur yang tersedia
nantinya, 67 persen dialokasikan untuk kelas 3 yang artinya bisa dimanfaatkan
oleh masyarakat miskin atau hampir miskin.Sumber: AN Uyung Pramudiarja –
detikHealth
Telp/Sms : 0821 2355 9777
Whatsapp : 0856
935 936 95
Pin BB : 5D7BD3BB
Website :
Noni Pure | Noni Origin | Noni Concentrate | Testimoni Stroke | Yang Perlu KamuTahu Tentang Stroke